Pelajaran dari Sebuah Perjalanan

Pelajaran yang bisa diambil dari rihlah kali ini adalah:
1. Semakin tamak seseorang, semakin tidak tenang pula hidupnya. Terbukti, ketika saya mengunjungi pedesaan di daerah Siwa, saya melihat -walaupun bukan hanya disini- masyarakat yang hidup serba cukup, mensyukuri apa yang mereka punya, terlihat wajah-wajah mereka lebih enak dipandang daripada wajah teman-teman saya disana yang suka menyimpan iri, hasad dan dengki.
2. Dengan siapa kita berkumpul memengaruhi suasana hati kita. Ketika kita berkumpul dengan orang-orang yang selalu berfikiran positif, maka hanya akan ada gembira bersamanya. Berbeda ketika kita berkumpul dengan orang-orang yang selalu berfikiran negatif, iri, hasad dan dengki, maka kita hanya akan stres saja dibuatnya. Saran saya tinggalkan orang-orang yang hanya mementingkan titel, jabatan atau yang selalu tamak dengan pernak-pernik dunia. Hati mereka selalu gelisah, ini akan berefek pada kalian.
Kesimpulan dari rihlah kali ini adalah saya bahagia, berkenalan dengan orang-orang baru, jiwa-jiwa kita yang dipenuhi rasa gembira. Terbayang panasnya menghadapi orang-orang menyedihkan penuh kotoran di hati, tak ingin hati untuk pulang. Bumi Allah itu luas, berkelanalah! Dunia itu seperti buku, orang yang tidak pernah pergi, hanya membaca satu halaman saja. Sekian. 😊