Para Pejuang Agama Allah yang Tak Terlihat

Kisah 1

Masjid Azhar tengah direnovasi. Sebagian telah selesai dan sebagian belum. Tempat sholat wanita itu termasuk yang belum. Sementara mereka sholat di bagian luar yang tanpa atap.

Dzuhur hari, panas yang sangat terik. Terlihat wanita tua seorang diri sholat sunnah qobliyah. Oh betapa cintanya beliau terhadap Tuhannya.

Kisah 2

Perawakannya kurus, kakinya pincang, jalannya tergopoh-gopoh, untuk bisa berdiri lama pun sangat butuh pengorbanan. Pernah sesekali saya berada di sampingnya. Tubuhnya hampir roboh. Saya tarik. Selalu memakai peci merah dan *jubah*nya itu. *jubah bagi warga Mesir itu sudah menjadi pakaian adat*. Selalu meminum air dari botol kusam yang selalu ia bawa. Niat hati ingin membelikan yang baru namun sampai sekarang tak sempat. Dalam hati bertanya dimana beliau tinggal? Bersama siapa? Bagaimana ia menjalani hidup? Pernah saya temui beliau sedang berjalan menuju masjid, nampaknya masjid adalah tempat favoritnya. Aduhai, saya sangat teramat iri terhadapnya. Mungkin beliau tidak punyai kesempatan untuk riya di depan manusia, jangankan untuk riya, untuk dilihat orang pun mungkin beliau hanya berharap sedikit. Beliau berharap penuh kepada Tuhannya. Bagaimana saya? Untuk menghindari keramaian pun saya tak sanggup.